Refleksi
Catatan Refleksi
Kumpulan refleksi atas proses pembelajaran selama menempuh PPG Prajabatan. Gunakan menu navigasi "Refleksi" di navbar atau tautan di bawah untuk berpindah antar bagian.
Refleksi Mata Kuliah PPG Semester I
SelesaiPada semester pertama, saya mempelajari landasan filosofis dan psikologis pendidikan. Materi seperti filosofi pendidikan Indonesia dan teori perkembangan kognitif peserta didik membuka wawasan bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa.
Tantangan terbesar adalah menyesuaikan paradigma lama sebagai "pengguna teknologi" menjadi "perancang pembelajaran". Melalui tugas analisis kasus dan observasi lapangan, saya mulai terbiasa berpikir dari sudut pandang guru profesional.
"Pendidikan yang baik tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi membuka ruang bagi peserta didik untuk berpikir dan bertanya."
Refleksi Mata Kuliah PPG Semester II
Sedang BerjalanSemester kedua berfokus pada implementasi. Saya mengembangkan modul ajar, media pembelajaran digital, dan menjalankan praktik mengajar terbimbing di sekolah mitra. Pengalaman pra-PPL sangat memperkaya kompetensi pedagogik saya dalam merancang pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berpihak pada murid.
Umpan balik dari dosen pembimbing dan guru pamong menjadi bahan perbaikan yang berharga, terutama dalam pengelolaan kelas dan asesmen formatif yang berpusat pada kebutuhan belajar yang berbeda (deferensiasi).
"Guru yang baik adalah ia yang terus belajar dari praktiknya sendiri."
Refleksi Program PPG
Menuju Uji KompetensiSecara keseluruhan, program PPG Prajabatan mengubah cara saya memandang profesi guru. Dari sekadar pekerjaan, profesi guru adalah panggilan untuk memberdayakan potensi setiap anak bangsa. Program ini menautkan teori, praktik, dan refleksi secara utuh.
Ke depan, saya berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi profesional melalui belajar sepanjang hayat, berkolaborasi dengan rekan sejawat, dan memanfaatkan teknologi secara bijak demi pembelajaran yang inklusif dan bermakna.
"Menjadi guru adalah menjadi pembelajar yang paling antusias di kelasnya."